Proyek Rabat Beton Desa Sido Mulyo Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi RAB

1259

Mukomuko –  Anggaran Dana Desa Tahun 2021 yang di kucur kan dari Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Kabupaten Mukomuko guna menciptakan pembangunan sarana prasarana untuk majunya sebuah Desa yang tertinggal serta menciptakan Desa tersebut Mandiri. Dengan adanya Anggaran Dana Desa (ADD) yang skala priorrtas di gunakan untuk pembangunan sarana prasarana Infrastruktur di bidang Perekonomian, pertanian dan sarana di bidang Trasnportasi dan semua kegiatan tersebut harus memakai sistem swakelola murni.

Sementara terjadi Di Desa Sido Mulyo Kecamatan Penarik Kabupaten Mukomuko, dalam sebuah pekerjaan rabat beton yang di anggarkan dari dana desa tahun anggaran 2021 diduga bahan matrial yang digunakan tidak sesuai tekhnis atau spesifikasi yang ada dalam rencana anggaran belanja (RAB).

Pembangunan di desa sido mulyo tahap satu tahun 2021 ini ada pembangunan Rabat beton dengan Volume Panjang 150 Metr Dengan Dana Rp.139326.000

Pasalnya Matrial yang digunakan untuk pekerjaan rabat beton tersebut tidak memakai Pasir dan Koral Spalit sementara di dalam RAB ada Di anggarakan Pasir,Koral Split, untuk landasan dasar pembuatan rabat beton tersebut. Hasil pantaun di lapangan pada saat Wartawan Pakarnew.id mendatangi lokasi proyek, beberapa minggu lalutepat ya hari Selasa 15/6/2021 dan melihat secara nyata bahwa penggunaan bahan matrial yang diguna kan untuk rabat beton itu jelas sekali tidak sesuai spesifikasi yang ada, sehingga dalam pembangunan rabat beton yang menggunakan Sirtu alias Pasir campur batu akan mengurangi mutu dan kwalitas pembangunan rabat beton itu.

Muksin TPK Desa Sido Mulyo, Saat Di Komfirmasi Mengatakan, Pembangunan Rabat Beton di dusun satu Memang benar di RAB ada Batu Koran dan Split,  namun menurut analisa saya (Tpk Red) Lebih bagus memakai koral telah tercampur pasir (Sirtu) Mas. Ungkapnya

“Dalam RAB Memang da pasir,Koral dan Split Tapi tidak di pakai karna menurut analisa saya lebih bagus dan tahan lama mengunakan Pasir telah di campur batu(Sirtu)”

Riki, Salatu Pendamping Desa Tekhnik Infrastruktur ( PDTI) Kecamatan Penarik, Mempertanyakan Teknis Pekerjaan yang di lakukan oleh pihak desa sido mulyo yang mengunakan sirtu, sementara di RAB nya ada Koral Batu Dan Split, seharusnya pekerjaan pembangunan rabat beton di desa suko mulyo itu harus sesuai dengan yang ada RAB, mengunakan Pasir Batu dan Split.tutup nya(Dedek)