Pasarkan Ikan Bengkulu, HIPMI Kota Bengkulu Kerja Sama Dengan Hipmi Palembang

105

Dalam rangka pemulihan ekonomi dan mengangkat potensi kelautan dan perikanan di Bengkulu. BPC HIPMI Bengkulu melakukan kunjungan ke BPC HIPMI Palembang.

Kunjungan ini untuk membuka pasar ikan laut dan ikan air tawar di Palembang. Seperti diketahui potensi hasil laut Bengkulu sangat melimpah tetapi belum dikelolah secara fokus dan maksimal oleh pengusaha di Bengkulu.

Dalam Kunjungan ini, rombongan HIPMI BPC Bengkulu yang dipimpin Ketua OKK BPD Bengkulu Undang Sumbaga, serta Ketua Umum BPC Bengkulu, dan beberapa orang ketua bidang. Diterima oleh Ketua Umum HIPMI BPC Palembang Hafiz Ramadhonie, Sekretaris Umum Irna Agustine dan rombongan serta dari DinasĀ  Kota terkait. Pertemuan ini dilakukan di Pasar Ikan Modern Kota Palembang.

“Kami membawa misi, ingin memasarkan lebih banyak hasil laut Bengkulu ke Palembang, karena hasil laut Bengkulu sangat berlimpah” Undang Sumbaga menyampaikan.

Dengan telah dimilikinya pasar ikan modern di Palembang, tentu ini akan menjadi kolaborasi yang sangat tepat dilakukan segera.
Ketua Umum BPC HIPMI Palembang Hafize Ramadhoni menambahkan “Kami memiliki beberapa anggota yang bergerak dibidang kelautan dan perikanan, tentu ini adalah terobosan baru untuk memulihkan ekonomi dalam kondisi pandemi ini”.

Pasar ikan modern ini menjadi pusat penjualan ikan segar yang dihasilkan nelayan dari beberapa Propinsi di Sumbagsel. Di dalam Pasar ikan ini terdapat 200 lebih lapak yang pengelolaannya di bawah manajemen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Palembang Trading and Logistics (Patralog).Pasar Ikan Modern Palembang dilengkapi berbagai fasilitas, seperti gudang berpendingin (cold storage) untuk tempat penyimpanan ikan, lahan parkir cukup luas.

Dengan pasar yang masih terbuka luas HIPMI yakin, pengusaha muda dapat mengambil peran dalam untuk mengembangkan potensi hasil laut ini pada masa akan datang.
“Fokus Kami kedepan mencipakan lapangan perkerjaan yang baru, dengan menggali potensi yang belum dimaksimalkan di Bengkulu” Ahamad Basir menutup pembicaraan.