Tender Peningkatan Jalan di Dinaskestran Menggantung Kontaktor Pertanyakan Kejelasan Pemenang 

38

Tender Peningkatan Jalan di Disnakertrans Menggantung Kontaktor Pertanyakan Kejelasan Pemenang. ” Red / Pakarnews.id )

Bengkulu Utara, pakarnews.id  – Ketidakpastian menyelimuti proses lelang proyek infrastruktur di Kabupaten Bengkulu Utara. Hingga hari Selasa, 4 Agustus 2026, tender proyek Peningkatan Jalan Dusun III RT 07 Desa Kota Bani, Kecamatan Putri Hijau, belum juga menemukan pemenang sah.

Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan kontraktor yang telah mengorbankan waktu dan biaya untuk mengikuti proses penawaran.Berdasarkan data resmi dari LPSE, proyek dengan Kode Tender 10151844000 ini memiliki Nilai Pagu Paket dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang sama, yaitu sebesar Rp. 519.750.000,00.

Dana proyek ini bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bengkulu Utara Tahun Anggaran 2026 di bawah satuan kerja Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi.

Kronologi Kegagalan Pengumuman Proses lelang yang bersistem penawaran harga terendah dengan sistem gugur ini tercatat telah melalui dinamika yang cukup panjang

7 Juli 2026: Proyek resmi dibuat dan dibuka untuk umum.Fase Pertama: Sempat berjalan hingga tahap pengumuman pemenang, namun dinyatakan gagal satu kali karena kendala teknis atau administratif yang belum dibuka secara rinci ke publik.

4 Agustus 2026: Status tender saat ini tertahan pada tahap Evaluasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis, dan Harga.Daftar Kontraktor dan Penawaran Hingga saat ini, ada 5 kontraktor (peserta) utama yang bersaing ketat dan mengajukan penawaran harga terkoreksi, di antaranya

CV. TAJANG PERSADA PERMAI – Rp 459.159.827,27 (Penawaran terendah)

CV. Pancar Mas Sakti – Rp 467.948.801,11

CV. SECHANADA KARYA UTAMA – Rp 488.559.468,37

CV. MENARA BAJA PROJECT – Rp 505.810.017,00

CV. MULTI PERKASA ( Status dokumen masih dalam evaluasi ),

Keresahan Para Kontraktor Ketiadaan pemenang definitif hingga awal Agustus ini membuat para kontraktor berada dalam posisi digantung.

Salah satu perwakilan kontraktor yang enggan disebutkan namanya mengeluhkan lambatnya penentuan dari pihak Pokja Pemilihan.

Kami sudah melewati satu kali kegagalan pengumuman. Sekarang penawaran sudah masuk, harga terkoreksi sudah keluar, tetapi statusnya terus-menerus di tahap evaluasi. Fluktuasi harga material di lapangan terus berjalan, sementara kejelasan proyek ini belum ada,” ujarnya kesal.

Ketidakjelasan ini tidak hanya merugikan para penyedia jasa dari segi materi dan kepastian kerja, namun juga berpotensi menunda realisasi peningkatan jalan yang sangat dibutuhkan oleh warga Dusun III RT 07 Desa Kota Bani.

Jika proses evaluasi ini terus berlarut-larut tanpa transparansi yang jelas, dikhawatirkan pengerjaan fisik di lapangan akan menyeberang ke akhir tahun dan berisiko putus kontrak akibat keterbatasan waktu pelaksanaan.

Hingga berita ini di tayangkan pihak media belum mendapatkan keterangan yang jelas dari pihak dinas ketenagakerjaan. ( Red )