Siswa Sekolah Jangan Di Jadikan Objek Politik

199

Beliau sangat menyayangkan viralnya berita terkait Wali kota mengurus pengambilan ijazah, menurut Jevi Sartika hal itu tidak pas dilakukan Oleh seorang Walikota yang notabene punya jargon Bahagia dan Religius.

Kasihan anak anak yang diviralkan, dampak nya sangat besar sekali, karena beban moral yang ditanggung siswa dan keluarga nya yang direndahkan.

Bagaimana tidak dengan viralnya mereka di Media sosial dan online sama halnya mengumumkan ketidakmampuan mereka dalam sisi ekonomi, harusnya Walikota dan rombongannya dapat melindungi.

Menyelesaikan masalah itu tidak musti konvoi rame-rame, emang mau perang. Sebagai pemerintah kalau ada warganya yg butuh bantuan, tidak musti turun ke jalan gaya preman jalanan. Sekarang sudah canggih, telpon ada. Apa salahnya telpon Kepsek atau tunjuk utusannya OPD terkait, bilang saya akan bantu warga saya yg kesulitan ambil ijazah, saya akan tebus. Tentu dengan cara elegan begini lebih terhormat dan beradab. Orang tidak tersinggung, dan masalahnya tuntas. Persoalan nanti mau di publikasi, gampang. Setelah ijazah di tangan anak, undang wartawan, ” saya sudah menyelesaikan masalah anak,”.

kasihan anak yang diviralkan demi ekploitasi pokitik, seharusnya beliau dapat memberi contoh bersikap membantu seseorang itu Tangan kanan memberi Tangan kiri tidak perlu tahu, tutup Jevi.