Bupati Mukomuko Apresiasi Bantuan Alkes Dari Kemenkes RI

229

 Mukomuko – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menyalurkan ribuan logistik berupa Alat Kesehatan (Alkes) ke Kabupaten Mukomuko. Untuk membantu peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, sesuai surat permohonan yang diajukan Bupati Mukomuko pada bulan Agustus yang lalu.

Bantuan Kemenkes RI, berupa coveral (index) 1000 pcs, masker N95 sebanyak 1.500 pcs, ventilator vsmart 10 unit, oksigen konsentrator 10 unit dan handsanitizer 1000 botol tiba di Mukomuko sekitar pukul 10.oo WIB, Kamis (2/9) kemarin. Sebelum digunakan, diamankan di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Mukomuko.

Bupati Mukomuko, H.Sapuan,SE., MM., Ak., CA., CPA merasa bersyukur dan berterimakasih kepada pihak Kemenkes beserta jajarannya yang telah menanggapi secara cepat surat permohonan Pemkab Mukomuko. dan di akuinya, bantuan tiba sekitar lima hari setelah bersurat.

”Alhamdulillah, Kemenkes sangat-sangat respon. Perintah kab mukomuko sangat berterimakasih banyak atas bantuan yang telah dikirim ke daerah kab mukomuko ini. Sesuai yang kita harapkan untuk kelancaran dan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat,” ungkap Bupati Sapuan, didampingi Plt. Staf Ahli Yandariat dan Plt. Kadinkes Safriadi disela-sela peninjauan logistik, Jum’at (3/9/2021).

Sebagian logistik kesehatan bantuan Kemenkes akan didistribusikan untuk membantu kelancaran operasional pelayanan kesehatan masyarakat di sejumlah Puskesmas. Namun demikian, kata bupati, Alkes tersebut juga dapat dipinjampakaikan oleh pihak RSUD Mukomuko jika benar-benar dibutuhkan.

”Untuk memaksimalkan pelayanan, daerah kita masih dalam kekurangan, dan sangat membutuhkan bantuan Alkes. Secara bertahap, mudah-mudahan kekurangan yang selama ini dapat terpenuhi. Pesan kita, bantuan ini harus dijaga dan dimanfaatkan secara baik’ pungkas nya.

Disisi lain, bupati mengakui pentingnya menjaga hubungan sinergitas, menjalin komunikasi secara baik dengan pihak manapun, lebih lagi dengan pemangku kepentingan. Baik di tingkat provinsi maupun pusat. Apa yang dipetik saat ini, tiada lain bagian dari hasil komunikasi sebelumnya telah terjalin baik dengan pihak Kemenkes.

”Untuk kepentingan masyarakat, kami tidak malu dan tidak pula menyia-nyiakan waktu meminta bantuan pusat. Namun, yang perlu kita lakukan harus menjalin komunikasi dan hubungan baik dengan pihak manapun..tutup sapuan. (Rudi)