Turnamen Di Bengkulu, Atlet E-Sport Lubuk Linggau Berangkat Dengan Dana Pribadi

52

LUBUKLINGGAU. E-Sport Indonesia (ESI) merupakan salah satu Cabang Olahraga (Cabor) terkhususnya di kota Lubuklinggau. Namun sangat disayangkan kegiatan yang dilaksanakan di Provinsi Bengkulu, Minggu (12)12)2021), yang melepaskan sebanyak lima orang siswa tersebut mendapat kritikan keras dari salahsatu wali siswa.

Pasalnya, saat diberangkatkan ke Bengkulu pada Sabtu malam (11/12)2021) memakai dana dan kendaraan pribadi yang dibawa langsung oleh salahsatu wali tersebut. Selain itu, sebelumnya tidak ada pemberitahuan resmi dari pihak ESI Lubuklinggau terhadap orang tua/wali murid yang Nota Bane nya anak dibawah umur.

“Ya benar, pakai kendaraan sendiri dan tidak ada surat izin terhadap orang tua/wali hingga diberangkatkan. Untuk tempat menginap para anak anakpun tidak diketahui,” jelas dia dikediamannya, Minggu (12/12/2021) seraya meminta namanya untuk tidak dipublikasikan.

Lanjut dia, “Untuk bisa mengikuti perlombaan kegiatan sebelumnya sang anak bersama tim nya, sudah mengikuti turnamen di Lubuklinggau dan akhirnya masuk final, lalu diajak dan ditarik menjadi atlitnya ESI Lubuklinggau yang diketuai oleh Piter Vandel.

Final tersebut diselenggarakan di Hotel Mercure Provinsi Bengkulu.
Setelah rembuk singkat dan demi sang anak, akhirnya salahsatu paman siswa membawa mobilnya sendiri ikut mengawal ke Bengkulu tanpa didampingi oleh pihak ESI maupun dari KONI Lubuklinggau,” jelasnya dengan raut wajah kesal.

Masih kata dia, “Dan yang lebih “Lucu” setelah berhasil mereka meminta jatah 30% untuk ESI, saat akan ditanya via telp ketua ESI katanya sedang rapat, yang pada akhirnya apa bila berhasil mereka hanya meminta medali untuk diserahkan ke ESI Lubuklinggau,” tuturnya.

Senin (13/12/2021). Siswa yang mengikuti perlombaan tersebut tidak berhasil meraih kemenangan, hal tersebut dikarenakan sudah terlalu capek saat perlombaan dimulai. “Sesampainya di Bengkulu tempat menginap di hotel Mercure penuh, sehingga sekira pukul 06.00 WIB baru mendapatkan tempat menginap sementara pada pukul 09.00 WIB sudah siap siap mengikuti perlombaan.

Anak anakpun tidak berhasil memenangkan turnamen kemaren, karena terlalu lama didalam mobil sang anak sudah merasa capek dan lesu sehingga tudak konsetrasi mengikuti perlombaan.
Sebagai info awal mereka mendaftar memakai nama akun pribadi.

Dari pihak ESI Linggau meminta nama mereka diganti memakai akun atas nama ESI Linggau. Pergantian nama anak anak masing masingnya membayar Rp 50 rb /anak.

Apakah Ini bisa disebut memanipulasi dan memanfaatkan anak yang masih awam? dengan iming iming untuk dijadikan atlit ESI namun tidak jelas. Anggota anak anak Mengikuti perlombaan PUBG, tetapi disana ada 3 perlombaan yakni PUBG, Mobile Legend dan Free Fire,” urainya.

Sementara itu, menurut Ketua KONI Lubuklinggau Bambang Rubianto, terkhusus kegiatan yang diselenggarakan ESI Lubuklinggau di Provinsi Bengkulu tidak mengetahui akan hal itu. “Tidak tahu adanya kegiatan ESI Lubuklinggau yang diselenggarakan di Bengkulu dan tidak semua kegiatan ESI didanai KONI.

Untuk pendanaan ESI bisa juga didapatkan dari pihak ketiga atau lainnya,” jelasnya
Disinggung tentang ada tidaknya dana ESI Lubuklinggau ke Dispora Lubuklinggau, menurut Bambang Rubianto, “Setiap dana cabor Dispora selalu berkonsultasi kepihak KONI,” ungkap ketua KONI Lubuklinggau Bambang Rubianto yang juga merupakan anggota DPRD kota Lubuklinggau via telepon.

Senin (13/12/2021)
Terpisah, Ketua ESI Lubuklinggau Piter Vandel, terkesan plin plan terhadap awak media yang akan mengkonfirmasikan hal tersebut. Pasalnya, sekira pukul 09.00 WIB awak media menelpon dan berjanji untuk menemuinya dikantor ESI Lubuklinggau. Sekira pukul 01.00 WIB awak media kembali menelpon ketua ESI yang menjelaskan dia masih diluar.

Via WhatsApp, “pak, ckmn pak?
msh rapat sama pembina esi di dinas perizinan. kebetulan pembina kami kk aan kadis pak. (Red# Pak, Bagaimana pak ?.
Masih rapat bersama pembina ESI di Dinas perizinan, kebetulan pembina kami kak Aan Kadis pak),” jawab Piter Vandel.

Berselang sekira lima (5) menit awak media sampai dikantor Perizinan kota Lubuklinggau, namun sangat disayangkan ketua ESI tidak berada ditempat. Dan kami mendapat kiriman WhastApp yang menyebutkan bahwa dia sudah berangkat ke sekolah sekolah.

“Kami lgsg lanjut lg pak ke sekolah2 ya.. blm bs ktemu skg pak🙏🏼 (Red#Kami langsung lanjut lagi pak kesejolah sekolah ya.. belum bisa ketemu sekarang pak),” tulisnya.

Awak media kembali membalas WA “Oo ya. Untuk saat ini disekolah mano yang didatangi pak,” namun hingga berita ini ditayangkan tidak mendapat jawaban dari ketua ESI Lubuklinggau. (Darly)