Jembatan Di Desa Tanjung Putus Butuh Perhatian Serius Dari Pemerintah

1450

Bengkulu Utara – Jembatan darat yang menghubungkan akses jalan antara Desa Tanjung Putus Kecamatan Kerkap butuh perhatian Pemerintah

Pasalnya, kondisi jembatan sudah  rusak dan membuat warga yang melintasi jalan tersebut mengeluh. Hal ini berdasarkan amatan wartawan pada (13/09) terlihat pada lantai jembatan yang terbuat dari papan mulai bolong dan sebagiannya lagi  patah.

Kondisi tersebut membuat masyarakat yang melintas di jembatan tersebut baik roda 2 atau pejalan kaki harus ekstra hati-hati. Bila tidak bisa membahayakan nyawa sebab ketingian di jembatan itu sanggat luar biasa.

Kendati demikian, sampai saat ini belum terlihat dilakukan perbaikan. Padahal jembatan tersebut merupakan aspek penting kelancaran aktifitas mayarakat  karena letaknya yang berada di jalan penghubung desa tanjung putus dan di lewati anak-anak sekolah.

Ad, salah satu warga ketika di wawancarai mengatakan “jembatan tersebut sudah mulai rusak, lubang yang ada di badan jembatan membuat kami pengguna jalan harus hati-hati, sebab kalo jatuh bisa langsung mati”.

Menurutnya, ini harus segerah di seriusi karena kalau di biarkan maka dalam waktu dekat rusaknya akan semakin parah. Hal ini karena konstuksi jembatan yang digunakan adalah papan sehingga jika kena hujan panas akan cepat hancur.

“Lantai ya sudah hancur semuat, jembatan ini cuman bisa motor deng pejalan kaki kalau pake Mobil perlu ectra hati-hati” ucapnya.

Sementara, keluhan yang sama juga di rasakan oleh Epong sebagai penguna jalan. Kepada wartawan Pakarnew Epong menjelaskan bahwa Pemda Bengkulu Utara lambat dalam mengatasi persoalan ini. Padahal bila ini dibiarkan rusak terlalau lama maka aktifitas masyarakat tergangu terlebih nyawa bisa menjadi taruhan.

“Pemerintah suda harus melihat, sebab jembatan ini sudah  rusak parah. Sebelumnya yang lewat di jembatan itu sudah  ada yang jatuh, tamasuk di lubang jembatan dengan  motor, untung ada yang cepat membantu jika tidak bisa jatuh dan mengancam nyawa. Ungkapnya.

Jadi, kiranya pemerintah lewat dinas terkait agar bisa melihat dan paling tidak melakukan perbaikan agar tidak menggangu aktifitas msyarakat juga tidak mengancam para pengendara dan pejalan kaki yang melintas. (Hery)