Anjloknya Harga TBS Sawit Ahirnya Ketua DPRD Cek Lokasi Pabrik

64

Bengkulu Utara,Pakarnews.id- Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit jatuh usai pemerintah melarang ekspor minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya.

Ketua DPRD Bengkulu Utara ahirnya turun lansung kelokasi pabrik penerima  tandan buah segar(TBS)  Dan berbincang dengan beberapa pengelola pabrik yang ada di lokasi tersebut

Akibatnya produksi kelapa sawit anjlok, petani pun kesulitan untuk mengirim hasil panennya ke pabrikan. Ahirnya Ketua DPRD bengkulu Utara Sonti Bakara Langsung datangi salasatuh pabrik kelapa sawit yang ada di wilaya Kabupaten Bengkulu Utara ini.

“Kesulitan yang dihadapi petani kelapa sawit di Kabupaten bengkulu utara, misalnya Perusahaan yang ada sampai dengan saat ini masih menerima dengan harga yang sanggat murah. Ditingkat petani, harga TBS kelapa sawit berkisar Rp. 1.200-1.750 per kilogram,” ungkap Sonti, Jumat (8/7/2022).

Mereka menduga bahwa penetapan harga TBS kelapa sawit saat ini tidak lagi merujuk pada harga internasional yang sebelumnya berlaku. Yang berlaku adalah harga nasional. Dugaan ini tidak lepas dari fakta sebelumnya bahwa pabrik kelapa sawit tidak mematuhi harga yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Hingga saat ini petani sawit di seluruh wilayah sentra sawit di Indonesia tengah menghadapi penurunan harga TBS kelapa sawit yang ditetapkan pemerintah provinsi setelah Permendag 22/2022 disahkan.

Sebagai contoh, penetapan harga TBS kelapa sawit Provinsi Bengkulu terkhususnya kabupaten bengkulu utara, telah terjadi penurunan harga yang mana sebelumnya harga tandan buah segar mencapai angka di atas Rp. 3000 per kg menjadi kisaran di bawah Rp. 1.947,58 per kg terangnya.

“Penurunan harga TBS kelapa sawit di tingkat petani menjadi tanda tanya besar, dasar atau rumus apa yang digunakan untuk menetapkan harga TBS kelapa sawit saat ini. Apakah harga CPO dan kernel turun secara drastis? Karena jika dibandingkan dengan Malaysia, harga TBS disana tidak turun, masih di harga sekitar Rp. 3000 per kg,”kata Sonti.(Heri).