Masyarakat Kecewa Proyek Senilai Rp. 17 Miliar Pembanguan Jalan Ketahun – Napal putih Di Batalkan. ” Redy / Pakarnews.id “
Bengkulu, Pakarnews.id – Harapan besar masyarakat Kabupaten Bengkulu Utara untuk menikmati akses jalan yang layak kini harus pupus di tengah jalan. Proyek strategis Rekonstruksi Ruas Jalan Ketahun – Napal Putih dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) mencapai Rp 17.046.927.000 resmi dibatalkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu. ” Sabtu 29, 08, 2026 ”
Berdasarkan data resmi dari LPSE Provinsi Bengkulu, tender dengan kode 10141901000 ini dibatalkan setelah melalui proses evaluasi dan klarifikasi yang mendalam terhadap dokumen para calon penyedia. Langkah pembatalan ini diambil karena ditemukannya indikasi ketidaksesuaian data serta dugaan pemalsuan dokumen penting yang diajukan oleh peserta tender, termasuk bukti kapasitas alat (invoice) dan keabsahan nota meterai yang diragukan.
Pembatalan proyek bernilai fantastis ini langsung memicu kekecewaan mendalam di tengah masyarakat. Infrastruktur jalan yang menghubungkan wilayah Ketahun dan Napal Putih tersebut sudah lama dinantikan perbaikannya karena kondisinya yang memprihatinkan dan menghambat mobilitas warga serta perputaran ekonomi daerah.
Tokoh masyarakat setempat menyatakan bahwa warga sangat menaruh harapan besar pada realisasi pembangunan jalan ini.
“Jalan ini adalah urat nadi perekonomian kami. Kami sangat berharap tahun ini ada perbaikan konkret agar akses transportasi logistik, hasil bumi, dan perjalanan warga sehari-hari bisa lancar. Dengan adanya pembatalan ini, kami merasa harapan kami seperti diputus begitu saja,” ujar salah satu perwakilan tokoh masyarakat dengan nada kecewa.
Menurut aturan pengadaan barang dan jasa, PPK berwenang menolak hasil pemilihan penyedia jika ditemukan bukti bahwa proses tersebut tidak sesuai dengan prinsip tata kelola yang bersih.
Meski langkah ini diambil demi menegakkan aturan hukum dan menghindari kerugian negara di kemudian hari, dampak sosialnya sangat dirasakan oleh masyarakat bawah yang harus kembali bersabar melewati jalan rusak.
Hingga saat ini, warga dan tokoh masyarakat mendesak pemerintah daerah dan dinas terkait untuk segera mencari solusi cepat, termasuk kemungkinan melakukan tender ulang (retender) secara bersih dan transparan. Masyarakat berharap proyek ini tidak mandek total, melainkan dapat segera direalisasikan demi keadilan infrastruktur di Kabupaten Bengkulu Utara.
Mendengar kabar pembatalan ini, gelombang kekecewaan langsung mencuat di tengah masyarakat Ketahun dan Napal Putih. Infrastruktur jalan yang mantap telah menjadi impian menahun yang dinanti-nanti warga untuk memperlancar mobilitas harian, mengangkut hasil pertanian, serta membuka akses kesehatan yang lebih cepat.
“Kami sudah sangat senang waktu tahu jalan ini mau diperbaiki tahun ini dengan anggaran miliaran. Tapi kalau dibatalkan begini, kami kecewa berat. Jalan ini kalau musim hujan hancur berlumpur, kalau kemarau berdebu tebal. Kami hanya ingin jalan yang layak seperti daerah lain,” ujar salah seorang warga setempat
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan resmi dari Dinas PUPR Provinsi Bengkulu mengenai kapan tender ulang (retender) untuk proyek Ruas Jalan Ketahun–Napal Putih ini akan kembali digelar.
Masyarakat hanya bisa berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat agar anggaran belasan miliar tersebut tidak menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) dan pembangunan jalan dapat segera terealisasi. ( Red )
















