Garda Terdepan Kesehatan 22 Puskesmas Bengkulu Utara Unjuk Inovasi demi Layanan Publik Prima

74

Garda Terdepan Kesehatan 22 Puskesmas Bengkulu Utara Unjuk Inovasi demi Layanan Publik Prima. ” FereN / Pakarnews.id “

Bengkulu Utara, Pakarnews.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara dalam memperkuat pelayanan publik di bidang kesehatan terus menunjukkan akselerasi yang signifikan.

Seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di seluruh pelosok wilayah bergerak masif memperkuat ekosistem inovasi daerah, dengan fokus utama penanganan stunting, kesehatan ibu dan anak, pencegahan penyakit menular, hingga pelayanan lansia terpadu.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bengkulu Utara, Dr. M. Dodi Hardinata, S.Sos., M.Si., mengapresiasi setinggi tinggi nya semangat inovasi yang tumbuh di tingkat fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut.

Puskesmas adalah ujung tombak pelayanan yang bersentuhan langsung dengan denyut kehidupan masyarakat setiap hari. Ketika 22 Puskesmas kita di Bengkulu Utara berlomba-lomba menciptakan dan meluncurkan inovasi, ini bukti bahwa ekosistem inovasi daerah kita hidup, berdampak, dan hadir menjawab kebutuhan warga.” Terang Dr. M. Dodi Hardinata S.Sos., M.Si.,

Fokus Inovasi : Dari Pencegahan Stunting Hingga Layanan Lansia

Berdasarkan pemetaan Bapperida, gagasan inovatif dari 22 Puskesmas mencakup strategi penanganan yang menyeluruh, terbagi dalam beberapa kelompok: meliputi

  1. 🔹 Pencegahan Stunting & Nutrisi

– Puskesmas Kemumu: Emak Atur Canting (Gemar Makan Telur Mencegah Stunting)

– Puskesmas Hulu Palik: Balita Gembus (Balita Gemar Makan Buah dan Sayur)

– Puskesmas Lubuk Durian: Balita Gembus Plus

– Puskesmas Lais: Mama Inces (Marola Makan Ikan Cegah Stunting)

– Puskesmas Seblat: ATM (Arisan Telur Mencegah Stunting)

– Puskesmas Air Padang: Gertak Canting Si Udin

– Puskesmas Arga Makmur: Gemar Ceting

🔹 Kesehatan Ibu, Anak & Remaja

– Puskesmas Air Lais: Konser Cinta Penting (Konseling Terpadu Calon Pengantin)

– Puskesmas Batik Nau: Doi Asiek OKE (Dobrak Inisiasi Menyusui Dini & ASI Eksklusif)

– Puskesmas Tanjung Harapan: Kepin Jelita (Ketuk Pintu Jemput Balita)

– Puskesmas D6 Ketahun: Sarang Jaksa Teja (Satu Remaja Ajak Satu Remaja ke Posyandu)

– Puskesmas Ketahun: Gema Idaman (Gerakan Menyelamatkan Ibu dan Anak Saat Melahirkan)

– Puskesmas Karang Pulau: Pak Tantang Ngidam Dasi Keriting (Dampingi Ibu Hamil)

🔹 Pelayanan Lansia, Digitalisasi & Sanitasi

– Puskesmas Arga Makmur: Petlos (Pelayanan Terpadu Lansia One Stop Service)

– Puskesmas Suka Makmur: Lansegar (Lansia Sehat dan Bugar) & Gerah TB

– Puskesmas Perumnas: Layak Temu (Konsultasi Tanpa Bertemu Dokter)

– Puskesmas Napal Putih: Sehati Napal Putih (Edukasi Berbasis Bahasa Lokal)

– Serta berbagai inovasi lainnya yang memudahkan akses warga terhadap layanan kesehatan.

Keberlanjutan inovasi ini kini memiliki payung hukum yang kuat melalui Peraturan Bupati Bengkulu Utara Nomor 9 Tahun 2026 tentang Penerapan Inovasi Daerah (Perubahan Kedua).

Perbup No. 9 Tahun 2026 : Landasan Hukum Inovasi Daerah

Melalui Perbup ini, seluruh inovasi Puskesmas memiliki landasan hukum yang kuat, terukur dari sisi indikator kematangan, serta terintegrasi dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah tingkat nasional. Jika Puskesmas mampu melahirkan ide yang dekat di hati masyarakat, tidak ada alasan unit kerja lain untuk ragu. Mari kita jadikan inovasi sebagai budaya kerja sehari-hari demi membawa Bengkulu Utara makin berprestasi di tingkat nasional.” Tambah Dr. M. Dodi Hardinata

Dengan semangat inovasi yang terus tumbuh dari tingkat paling bawah, pelayanan kesehatan di Bengkulu Utara diharapkan semakin cepat, tepat, ramah, dan benar-benar menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. ( ADV )