RS M Yunus Fokus Tangani Pasien Covid 19

98

Bengkulu – RS M Yunus Bengkulu difokuskan untuk menangani pasien Covid-19. Hal ini dilakukan demi efektivitas dan efisiensi tenaga kesehatan mengingat dampak dan banyaknya tim medis yang menjalani isolasi. Bahkan beberapa diantaranya telah dinyatakan positif Covid-19.

“Rumah sakit  M Yunus difokuskan menjadi rumah sakit rujukan Covid-19 dan melakukan pelayanan terbatas yang tidak dimiliki oleh rumah sakit lain misalnya kemoterapi, bedah saraf, talasemia, dan pelayanan lain,” kata Direktur RSUD M Yunus, Zukli Maulub saat konfrensi pers, Sabtu (9/5/2020).

Zukli Maulub menjelaskan, ini dilakukan untuk menghemat tenaga tim medis karena dikhawatirkan semakin banyak yang terpapar Covid. Dijelaskan Zulki, dalam menangani pasien, petugas akan bergantian memakai shift kerja sehingga memberikan waktu istirahat yang cukup bagi para petugas.

“Ini harus kita lakukan mengingat perkembangan jumlah pasien positif di Provinsi Bengkulu yang terus bertambah. Ini setrategi kita untuk supaya rumah sakit kita ini bisa berperan sebagai pusat rujukan di dalam melayani kasus Covid-19,” ungkap Zulki.

Dengan demikian, sambung Zulki, diharapkan rumah sakit penyangga mengambil alih pelayanan yang sifatnya poliklinik  dan layanan lain yang dimiliki. Langkah ini bukan berarti pelayanan kepada masyarakat akan terhenti. Tetapi ketika nanti rumah sakit penyanggah tidak ada yang bisa melayani, bisa berkoordinasi dengan RS M Yunus. Namun jika kemampuan RS M Yunus juga terbatas, maka akan dirujuk kembali sebagaimana yang selama ini dilakukan. Dengan banyaknya tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19, Zulki berpesan kepada petugas kesehatan untuk disiplin dalam melayani dan memakai Alat Pelindung Diri (APD). Selain itu, pasien diminta jujur memberikan informasi kepada petugas kesehatan ketika berobat.

Zulki mengimbau masyarakat agar jangan panik, tidak stres dan tetap tenang namun tetap waspada. Selalu menjalankan protokol kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehat, serta  makan makanan bergizi.

Senada, Kepala Dinas Kesehatan provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengatakan, gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Provinsi Bengkulu telah menyiapkan gedung Unit Pelatihan Kesehatan sebagai tempat isolasi bagi masyarakat yang tidak mempunyai tempat isolasi mandiri.

“Ini akan kita siapkan semaksimal mungkin sehingga nanti upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 hasilnya maksimal,” kata Herwan Antoni.

Perlu diketahui, kasus konfirmasi positif Corona di Bengkulu bertambah 23 orang berdasarkan update per tanggal 9 April 2020. Sehingga kasus Corona di Bengkulu totalnya menjadi 37 orang karena sebelumnya sebanyak 14 orang positif.(Red)