Pemuda Muhammadiyah Bengkulu Tolak Penundaan Pemilu 2024

286

Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Provinsi Bengkulu melalui Ketua Bidang Hikmah Dan Hubungan Antar Lembaga Evi Kusnandar menolak usulan penundaan Pemilu 2024 yang menuai polemik belakangan ini. Ia menilai usulan tersebut tak logis karena tak sesuai dengan konstitusi yang sudah diatur dalam UUD 1945.

“Ada yang menginginkan, ada yang menyuarakan sebaiknya pemilu diundur waktunya. Menurut saya, ini pernyataan yang tidak logis. Apa dasarnya? Yang jelas itu tidak sesuai dengan konstitusi kita, bahwa ada masa kepemimpinan yang harus dipatuhi bersama,” kata Nandar

Nandar lantas meminta kepada semua pihak tak menabrak konstitusi yang sudah diatur Indonesia saat ini.

Ia pun meminta kepada para pejabat untuk tak menganggap usulan penundaan pemilu sebagai bagian dari aspirasi masyarakat. Justru sebaliknya, ia menilai masyarakat tak memiliki harapan sama sekali untuk menunda Pemilu 2024.

“Mengapa tiba-tiba mengatakan masyarakat ingin diperpanjang, ingin diundur. Saya tidak melihat ada masyarakat yang memiliki harapan itu, yang jelas itu adalah harapan segelintir pihak yang ingin melanggengkan kekuasaannya,” kata Nandar

Lebih lanjut, Nandar menilai ada segelintir pihak yang ingin melanggengkan atau takut kehilangan kekuasaan sehingga wacana penundaan tersebut muncul ke permukaan.

“Kalau mereka mengatakan itu suara rakyat, pertanyaan saya, rakyat yang mana? Ini hanya bentuk hasrat dan ambisi mereka yang ingin melanggengkan kekuasaannya. Melabrak akal sehat, mencederai hati nurani dan tentu semua itu akan memundurkan demokrasi kita, hati-hati,” kata Nandar

Sebelumnya, wacana penundaan Pemilu 2024 kembali mencuat baru-baru ini. Kali ini, usulan datang dari Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dan Ketum PAN Zulkifli Hasan.

Cak Imin mengusulkan penundaan Pemilu 2024 dengan alasan pandemi Covid-19. Ia bahkan akan membawa usul itu ke Presiden Joko Widodo.

Jauh sebelum itu, usulan serupa pernah diutarakan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Dia bilang dunia usaha menginginkan perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo atas nama pemulihan pascapandemi.

Di Bengkulu pun ada beberapa pihak juga sudah menyatakan dukungan penundaan pemilu.

“Mungkin pihak-pihak ini hanya menjalankan perintah atasannya, bukan karena pemikiran yang timbul dari hati nuraninya,” Tutup Nandar.