Jokowi-Amin Unggul Real Count KPU, Baranusa Syukuran dengan Buka Puasa Bersama

97

Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih terus melakukan penghitungan suara hingga batas akhir pada Tanggal 22 Mei 2019 mendatang. Meski belum resmi diumumkan, masing-masing kubu sudah mengklaim telah terpilih menjadi presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 berdasarkan hasil Quick Count sejumlah lembaga survei independen maupun Quick Count internal Tim Pemenangan.

Berbagai relawan pendukung pun ikut mengklaim dan merayakan hasil rekapitulasi suara tersebut. Ada yang melakukan berbagai jenis syukuran, memasang berbagai baliho di berbagai tempat juga mengucapkan selamat melalui karangan bunga.

Sebelumnya diketahui, usai pencoblosan Tanggal 17 April 2019 lalu, Calon Presiden Prabowo Subianto mendeklarasikan dirinya dan Sandiaga Uno sebagai pemenang pemilu 2019 dan menyebut bahwa dirinya adalah Presiden terpilih periode 2019-2024. Klaim yang dilakukan lewat sujud syukur di kediamannya, di Kertanegara, Jakarta Selatan itu juga diikuti sejumlah partai koalisi serta para relawan pendukungnya.

Dan tak hanya itu, setelah pada akhirnya klaim tersebut ramai beredar, sejumlah baliho ucapan selamat kepada Prabowo-Sandi pun ramai dipasang di sejumlah daerah.

Bagaimana dengan yang dilakukan kubu Jokowi-Ma’ruf Amin sendiri dalam menyikapi keunggulannya berdasarkan Quick Count yang dikeluarkan oleh sejumlah lembaga survei?

Usai melakukan proses pemilihan, berbagai lembaga survei melakukan proses hitung cepat berdasarkan penelitian ilmiah di berbagai titik Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Menyikapi keunggulan tersebut, TKN pun langsung menginstruksikan kepada seluruh pendukung baik yang berada di dalam koalisi partai pendukung maupun relawan untuk segera melakukan berbagai acara syukuran kemenangan. Hingga akhirnya, setelah syukuran kemenangan yang di gelar oleh TKN, berbagai organisasi relawan pendukung pun beramai-ramai ikut merayakan kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin hasil Quick Count dengan menggelar berbagai acara syukuran.

Salah satu organisasi relawan Jokowi-Ma’ruf Amin, Barisan Relawan Nusantara (BARANUSA) pun juga tak mau ketinggalan. Pada Minggu (12/0619), BARANUSA pun tak mau kalah dan  ikut menggelar perayaan kemenangan Jokowi dan Ma’ruf Amin. Perayaan kemenangan berupa syukuran dan doa tersebut mereka lakukan dengan mengundang warga sekitar bersama Ketua RT 004/004 di Sekretariat DPP BARANUSA di Jalan Pisangan Baru Tengah IV Nomor 39A RT 004/004, Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur.

Dalam sambutannya, Ketua Umum BARANUSA, Adi Kurniawan mengatakan sudah terlihat kemana hasil pemilu 2019. Menurutnya, dari dulu hingga sekarang lembaga survei tidak pernah meleset dalam melakukan penghitungan suara. Walaupun ia sendiri mengakui hasil penghitungan suara tersebut suka berbeda tipis dengan hasil yang dikeluarkan oleh KPU.

“Baik hasil Quick Count lembaga survei maupun situng KPU, kata dia, semua terhitung bahwa Jokowi-Ma’ruf Amin yang berkemungkinan besar memenangkan pemilu 2019 dengan angka di atas 50%. Sedangkan Prabowo-Sandi hanya mendapatkan suara kurang dari 50%,” ujar Adi saat menggelar ‘Syukuran Kemenangan dan Buka Puasa Bersama’ yang di gelar di Sekretariat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) BARANUSA di kawasan Jakarta Timur, Minggu (12/06/19).

Selain itu, Ketua Dewan Pertimbangan DPP BARANUSA, Muhammad Jokay Castroeni Almayda biasa dipanggil Jokay ini menambahkan, apapun hasilnya nanti pada 22 Mei 2019 mendatang. Baik Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandi bisa menghargai hasil penghitungan suara yang diumumkan oleh KPU. Ia sendiri juga menghimbau kepada kedua pasangan calon tersebut agar bersikap dewasa dan bijaksana dalam melaksanakan pesta demokrasi ini.

“Bagi saya, siapapun yang terpilih nanti mampu bersikap bijak dan negarawan. Karena yang terpenting adalah bukan siapa yang bakal memimpin republik ini. Melainkan bagaimana Indonesia sebagai negara yang kaya ini mampu menjadi negara maju yang mampu menjadi salah satu negara terbesar di dunia, terutama harus mampu menjadi negara Adidaya di Asia Tenggara,” pungkasnya. (red)