Hidup Sebatang Kara, Seorang Nenek Di Penyangkak Belum Tersentuh Bantuan

120

Bengkulu Utara – Miris, Salah seorang Nenek warga Desa Penyangkak Kecamatan Air Besi, Sinaryati (63) yang sudah 5 tahun menderita sakit Diabetes dan stroke mengakui bila memang dirinya tidak pernah yang namanya menerima bantuan dari pemerintah.

“Idak ado bantuan. Jangankan uang, beras bantuan dari pemerintah ajo idak pernah ado. Sayo tinggal sendiri. anak sayo tinggal di Lebong, kalo sakit Sayo ko lah 5 tahun,” ujarnya sambil menangis.

Ketika awak media mencoba menanyakan KTP dan KK-nya, Sinaryati tidak tahu lagi tempatnya. Bahkan tetangga Sinaryati mengatakan bila untuk memenuhi kehidupan sehari-harinya saja sulit, suaminya sudah menikah lagi.

“Okelah mas. Kalo seperti kami ini masih sehat tidak dapat, kami masih bisa mencarinya. Ini wak Sinaryati sudah sakit, tua, tidak ada yang mencari nafkahnya, tidak dapat. Bahkan lucu yang sehat, pendamping dikabupaten lain dapat bantuan cuma-cuma. Bantuan dari Dana Desa juga tidak dapat. Inikan seolah-olah tembang pilih,” ungkap tetangga Sinaryati kesal.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh, Asnaini (55) yang mengatakan dirinya juga tidak menerima bantuan ditengah pandemi covid-19 ini. Padahal dirinya terkena imbas covid-19.

“Idak ado dapek sayo bantuan duit apo beras dek. Ntah ngapo. Iko orang yang Ado penghasilan bulanan bae dapek kami Idak dapat. Ngapo pacak tembang pilih cak Iko dek. Kami jelas nian tekeno dampaknyo. Dari bantuan dana desa Idak jugo dapat kami ko dek,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang perangkat Desa Penyangkak Kecamatan Air Besi ketika ditanya mengenai hal ini dirinya tidak bisa memberikan penjelasan secara detail. Untuk KK Desa Penyangkak sebanyak 149KK. Bahkan ketika awak media meminta nomor kades Penyangkak Hamdan dirinya mengelak dan mengatakan harus pamit terlebih dahulu dengan kadesnya.

“Kalo itu tanya dengan pak kades saja karena lebih paham. Saya pamit dulu dengan pak kades, takutnya nanti saya salah,” ujar perangkat Desa Penyangkak Air Besi.

Hingga berita ini diturunkan, Kades Penyangkak kecamatan Air Besi, belum bisa dimintai klarifikasi. Begitu juga dengan pemerintah daerah terkait mengenai data penerima bantuan Bengkulu Utara. (Rinto)