Pemuda Muhammadiyah:Biarkan Rohidin Bekerja,Jangan Di Ganggu

333

Bengkulu, Terkait banyaknya kritikan dari sebagian masyarakat yang menilai kinerja Gubernur Provinsi Bengkulu Dr.Rohidin Mersyah yang nilai masih lamban. Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Provinsi Bengkulu meminta kepada semua masyarakat untuk dapat memberikan kesempatan kepada pasangan Rohidin-Rosjonsyah membuktikan janji-janji kampanyenya. Hal ini disampaikan Evi Kusnandar Ketua Bidang Hikmah PWPM Bengkulu. Senin, 26/4/2021

“Mari kita ciptakan iklim demokrasi yang sejuk di provinsi Bengkulu salah satunya dengan mendukung kinerja kepemimpinan pak Rohidin selaku Gubernur, beliau baru beberapa bulan saja dilantik butuh waktu untuk merealisasikan semua rencana-rencana yang telah di sepakati, misal terkait jalan rusak, perlu kita ketahui bersama bahwa beberapa ruas jalan yang menjadi tanggung jawab provinsi sudah di anggarkan tinggal menunggu pemenang lelang mengerjakannya. Namun tidak semua ruas jalan bisa di bangun pada tahun ini pasti akan di lanjutkan tahun anggaran berikutnya mengingat pemotongan anggaran oleh pemerintah pusat yang di sebabkan oleh covid 19,” Ujar Nandar

Sebagai masyarakat kita boleh menuntut kepada pemimpin kita. Namun kita juga harus memahami situasi yang sedang terjadi.”Covid 19 bukan hanya menyebabkan kematian pada manusia namun dari sisi keuangan pemerintah juga di rusaknya. Pendapatan negara menurun sehingga menyebabkan pembangunan yang tersendat. Oleh karena itu ayo kita bersama-sama memberikan kontribusi yang positif untuk Bengkulu maju.

Ditambahkan Nandar bahwa untuk mendukung beberapa program Gubernur Rohidin di butuhkan dukungan beberapa pihak. Misal program bebas pajak motor, Kartu Bengkulu Sejahtera (KBS) termasuk pembangun ruas jalan maupun infrastruktur lainnya. Dukungan dari pihak legislatif sangat dibutuhkan karena menjalankan uang negara Gubernur tak bisa sendiri perlu persetujuan lembaga Dewan. Untuk itu kepada pihak dewan pun jangan hanya berkomentar, mari curahkan pemikirannya untuk terealisasinya program tersebut.

“Jangan karena kepentingan politik terjadi perbedaan di antara kita apalagi mencari kesalahan-kesalahan, ini sangat tidak baik karena masyarakat hari ini sedang kesulitan akibat pandemi Covid 19,” Tutup Nandar