Harga Padi Anjlok, Petani Bengkulu Utara Menjerit

166

Bengkulu Utara – Para petani di Kabupaten Bengkulu Utara menjerit karena harga jual gabah padi turun/anjlok. Penurunan harga ini dikarenakan terjadinya penurunan daya beli masyarakat akibat dari wabah pademi Covid 19 yang belum berakhir. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua BPD Desa Karya Jaya Kecamatan Marga Sakti Sebelat Hariadi Selasa, 19/5/2020.

“Sebelum terjadinya wabah Covid 19 harga harga gabah padi Rp.4.800 sampai dengan Rp.5.300/Kg berbeds dengan harga sekarang. Terjadi penurunan yang cukup drastis antara Rp.3.900 – Rp.4.000/Kg. Artinya ada penurunan yang signifikan. Biasa kita bisa untung sampai 4 jutaan dalam tiap bidang tanah sekarang balik modal aja syukur,” Ujar Hariadi

Disamping harga yang murah penderitaan para petani ditambah lagi dengan kurangnya permintaan dari pembeli.”Kalo harga murah jualnya gampang enak juga, ini udah lah murah jualnya juga susah karena masyarakat agak kurang minat beli sekarang mungkin karena faktor ekonomi yang belum stabil.”Ungkap Hariadi

Sementara itu Ketua Forum BPD Bengkulu Utara mendorong agar pemerintah untuk hadir dalam situasi sulit ini.”Pemerintah melalu bulog bisa membantu para petani dengan membeli gabah dari petani dengan harga yang standar artinya negara melakukan bisnis demi membantu masyarakat hal ini sangat dibutuhkan para petani sekarang,” Ujar Irwan

Ditambahkan Irwan sudah seharusnya pemerintah untuk berpikir cemerlang sekarang ini.”Situasi pandemi ini belum tau kapan akan berakhir sedangkan kebutuhan-kebutuhan di tengah masyarakat makin sulit dan susah dijangkau. Pemerintah jangan hanya memberi makan kepada masyrakat artinya kalo di kasih beras, beras habis uang negara juga habis . Kita dorong agar pemerintah membeli hasil-hasil pertanian dan menjual kembali dengan harga yang terjangkau. Seperti mensubsidi harga minyak.”Tutup Irwan.(Iwek)