Waka DPD RI, Sultan B Najamudin; Selamat Di Lantik, Dan Saatnya Penuhi Janji Kampanye Kepada Rakyat

78

Bengkulu – Pelantikan Gubernur beserta Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu yang diikuti dengan pelantikan delapan Bupati bersama-sama wakilnya periode 2021-2024 baru saja dilaksanakan.

Melalui keterangan tertulis Minggu (28/02/2021) senator muda asal daerah pemilihan provinsi Bengkulu tersebut mengucapkan selamat kepada seluruh kepala daerah yang mulai resmi menjalankan tugas-tugasnya.

“Selamat kepada pasangan kepala daerah yang telah resmi dilantik. Banyak sekali tantangan pembangunan dihadapan kita, apalagi ditengah situasi Pandemi Covid-19 yang saat ini masih berlangsung dan berdampak kepada seluruh aspek kehidupan, khususnya tentang persoalan peningkatan kehidupan sumber daya manusia, hingga persoalan struktur pertumbuhan ekonomi yang menjadi isu krusial saat ini”, tambahnya.
Pria yang akrab dipanggil SBN itu berharap kepada masing-masing kepala daerah yang baru untuk dapat bekerja dengan totalitas melalui dedikasi waktu, tenaga serta pikiran hanya berorientasi kepada kepentingan masyarakat dan daerah yang dipimpin.

“Kepala daerah yang dilantik merupakan representasi harapan seluruh masyarakat. Jadi konsekuensinya adalah kemampuan pemerintah daerah kedepan untuk dapat menunaikan semua janji-janji yang pernah disampaikan kepada masyarakat saat kampanye”, pinta Sultan B Najamudin.

Dalam kesempatan ini Sultan B Najamudin juga menegaskan dukungannya terhadap pemerintahan yang mulai berjalan sekaligus catatan terhadap beberapa hal mengenai posisi dirinya sebagai wakil daerah di lembaga legislatif pusat.

“Sebagai komitmen saya bersama kawan-kawan senator bengkulu yang ada (bang Ken/ dinda Riri dan bu Eni), kami selalu siap dan bahkan sangat menerima untuk menjadi pembuka jalan serta penghubung kebutuhan antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat dan pihak lain termasuk kerjasama ke luar negeri melalui Dubesnya untuk Indonesia “, tuturnya.

Kita ingin mengoptimalkan peran dan fungsi saya bersama rekan-rekan di DPD RI selama itu demi kemajuan daerah (Bengkulu) yang kita cintai jelas Sultan dengan penuh antusias.

Dan setali tiga uang atas pernyataan dukungan tersebut, Sultan B Najamudin juga memperingatkan kepada kepala daerah apabila keluar dari jalur pemenuhan program-program yang telah dijanjikan kepada masyarakat pada masa kampanye.

“Saya berjanji bahwa DPD RI akan selalu bersama-sama pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Tapi, jika pemerintah daerah berjalan pada arah yang salah, saya adalah salah satu orang pertama yang akan memberi peringatan, dan itu saya jalankan dengan menggunakan fungsi pengawasan saya secara formil dan konstitusional kepada pemerintah daerah”, tambah Sultan.

Hal ini juga harus di pahami oleh semua pihak bahwa memang tugas kami di DPD itu menjalankan fungsi pengawasan, INI AMANAH KONSTITUSI dan di ATUR UU, lanjut Sultan. Tugas kami memang bicara bahkan teriak, salah kalau kami hanya mendiamkan setiap kekeliruan.

Menurutnya pula bahwa fungsi pengawasan ini akan tetap proporsional serta dilakukan demi kebaikan dan kemajuan. Bahkan di daerah lain fungsi pengawasan yang di lakukan sangat ketat serta mendorong pelibatan lembaga penegak hukum terhadap seluruh potensi penyalahgunaan bahkan pelanggaran dalam kerja-kerja eksekutif.

Ia juga meminta penyelesaian terhadap permasalahan yang terjadi dalam periode sebelumnya seperti tuntutan pemenuhan insentif tenaga kesehatan di RSUD M Yunus, polemik di Bank Bengkulu, rendahnya daya serap APBD dalam beberapa tahun terakhir dapat menjadi prioritas pemerintahan kedepan.

Sultan juga menyampaikan pesan pembelajaran kepada seluruh kepala daerah tentang bagaimana pentingnya kritik sebagai prasyarat utama keberlangsungan hidup ruang demokrasi.

“Jadi kritik itu asupan yang sangat bermanfaat bagi pemerintah dan merupakan ruh dari inti demokrasi. Jadi jangan pernah kepemimpinan yang ada menolak setiap masukan konstruktif dari siapapun. Justru seharusnya pemerintah bersyukur dan jangan baper ketika mendapatkan kritik. Sebab tanpa kritik, pemerintah sering kali salah jalan dalam menempuh kebijakan pembangunan”, sindirnya.

Terakhir, bicara tentang kritik kata Sultan, dia teringat saat kepemimpinan pada masa Gubernur Bengkulu sebelumnya dibawah pemerintahan dibawah Agusrin M Najamudin. Menurutnya, sikap jiwa ksatria Gubernur masa itu dalam menerima kritik patut diacungi jempol.

“Selama Agusrin memimpin, tak henti-hentinya badai kritik menerpa. Tapi karena hal itulah kemudian Agusrin mampu membuktikan bahwa program-program seperti pembangunan kawasan wisata pantai panjang bisa terwujud, handtractor dapat dinikmati petani, dan kesemuanya adalah untuk kesejahteraan yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Maka jadikanlah kritik sebagai lecutan dan motivasi”, tutupnya.