Lantik PMI Bengkulu, JK Pesankan Tetap Sigap dan Siaga

99

Pengurus dan Dewan Kehormatan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bengkulu masa bhakti 2021-2026 secara resmi dilantik oleh Ketua Umum PMI Pusat H. M. Jusuf Kalla di Balai Raya Semarak Bengkulu, Jumat(28/5)

Ketua Umum PMI Pusat H. M. Jusuf Kalla menyampaikan Bengkulu merupakan salah satu Provinsi yang termasuk dalam ring of fire atau cincin api. Sehingga Bengkulu rawan akan bencana, baik gempa bumi, longsor, maupun tsunami.

“Ketika keadaan aman, tidak ada bencana PMI harus tetap menjalankan latihan. Apalagi di Bengkulu, PMI harus tetap sigap dan siaga apabila sewaktu-waktu terjadi Bencana. Mulai dari pengurus hingga relawan tentu akan terjun bekerja sekuat tenaga,” ujar JK sapaan akrabnya

Menurut JK, Ada beberapa hal yang tentunya menjadi pokok kerja PMI, pertama yaitu kecepatan mengatasi masalah dan kedua, kesiapan diri sendiri maupun relawan agar mampu bergerak cepat dan sebaik-baiknya. Kemudian, kinerja PMI di lapangan tentu perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak agar berjalan maksimal. Oleh sebab itu, kerjasama dengan intansi-instansi terkait perlu dilakukan.

“Bencana tentu harus dihadapi bersama, secara gotong royong agar dapat terselesaikan. Dan Terima kasih, tadi sudah dilakukan MoU dengan dinas-dinas terkait sebagai upaya mendukung kinerja PMI,” terang Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 ini

Sementara itu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengungkapkan kehadiran PMI tidak hanya sekedar mengumpulkan darah, namun lebih luas dalam kegiatan kebencanaan. PMI selalu menjadi yang terdepan, hadir lebih awal jika Bengkulu terjadi Bencana.

“PMI kita kenal merupakan organisasi yang selalu sigap, hadir lebih awal ketika ada bencana. Dan PMI Bengkulu juga pernah bekerjasama dengan Palang Merah Jepang dalam Mitigasi bencana, pengurangan risiko terpadu berbasis masyarakat,” imbuh Rohidin

Tambah Rohidin, PMI harus terus menyampaikan Informasi kemasyarakatan terkait mmitigasi bencana, hal ini agar masyarakat tetap waspada jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

“Bencana tidak bisa kita tahan, ataupun prediksi. Untuk itu kegiatan bersifat kebencanaan harus terus disosialisasikan agar masyarakat Bengkulu waspada,” seru Gubernur Bengkulu ke 10 ini

Ketua PMI Bengkulu terpilih, Asnawi A Lamat melaporkan kebutuhan darah masyarakat Provinsi Bengkulu lebih kurang 76 ribu dan saat ini baru terpenuhi 68 persen dari kebutuhan. Dan akan menjadi program PMI kedepan, agar dapat segera terpenuhi dan tentu dengan dukungan berbagai pihak.

“Program PMI kedepan, memenuhi kekurangan kebutuhan darah dengan membentuk dan membangun unit tranfusi darah (UTD) untuk tingkat provinsi dan kabupaten,” ucap Asnawi usai dilantik bersama dewan kehormatan dan pengurus PMI