Febri Yurdiman Minta Pemda BU Segera Realisasikan BTT Covid 19

111

Bengkulu Utara – Pansus Pengawasan Anggaran Penanganan Covid-19 DPRD Bengkulu Utara meminta Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara segera mendistribusikan atau memanfaatkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) penanganan Covid-19 yang tembus angka Rp 24 miliar.

Hal ini disampaikan Ketua Pansus Febri Yurdiman saat sidak ke BPKAD Bengkulu Utara, Senin, 4 Mei 2020.

“Sidak kita lakukan untuk memastikan ketersediaan anggaran dan berharap anggaran tersebut bisa didistribusi sesegera mungkin, ke OPD teknis yang terlibat dalam tim gugus tugas penanggulangan Covid-19 Bengkulu Utara. Dinas Kesehatan, BPBD, dan Dinas Sosial harus segera memanfaatkan anggaran tersebut untuk kepentingan masyarakat luas dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini,” kata Febri.

Dalam sidak tersebut, Febri bersama rombongan pansus lainnya meminta Plh Kepala BPKAD Masrup untuk menghadirkan seluruh dokumen yang terkait dengan refocusing tahap pertama dan kedua. Termasuk dokumen rekapitulasi pemangkasan anggaran di setiap OPD. Sebab dokumen-dokumen tersebut sudah lama mereka minta, namun tidak kunjung diserahkan.

Febri meminta semua sektor bergerak cepat dan tepat. Sebab dalam kondisi seperti ini, pemerintah harus hadir di tengah rakyatnya, minimal untuk memberikan semangat.

“Versi saudara Masrup uang tersebut masih stand by dan uang tersebut akan didistribusikan ke OPD teknis. Dengan syarat OPD tersebut harus mengajukan Rencana Kebutuhan Biaya (RKB) terlebih dahulu. Masalahnya, hingga sekarang belum ada OPD yang menyampaikan RKB, tapi ini kata saudara Masrup,” imbuhnya.

Selain dititikberatkan ke sektor kesehatan, Febri juga berharap anggaran BTT difokuskan pada upaya peningkatan daya beli masyarakat dan ketahanan pangan. Sebab menurutnya, belum ada tanda-tanda dalam waktu dekat wabah ini akan berakhir. Sehingga ketersedian anggaran dan pangan juga harus menjadi atensi khusus pemerintah.

Untuk diketahui, besaran BTT senilai Rp 24 miliar merupakan kalkulasi akhir dari hasil refocusing tahap pertama Rp 16,2 miliar, ditambah refocusing tahap kedua Rp 8 miliar. Sedangkan dana BTT dari APBD murni Rp 2 miliar, menurut Masrup sudah terealisasi.(Red)