Ajukan Proposal Kadis PUPR Berharap Dapat Tambahan Kucuran Dana Hibah Dari Kementrian

160

Bengkulu Utara – Harapan kami ke depan mudah-mudahan Kementerian PUPR dapat mengucurkan dana hibah jalan daerah sebagaimana yang sudah kami peroleh di tahun 2020 kemarin, walaupun belum selesai. Intinya kami mengajukan proposal kembali kepada Kementerian PUPR agar kami dapat meneruskan program tersebut,” demikian disampaikan Heru Susanto, ST, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bengkulu Utara,

Menurutnya, kabupaten ini merupakan kabupaten yang terluas di Provinsi Bengkulu, walaupun sudah dilakukan pemekaran sebanyak dua kali, masih banyak infrastruktur yang belum bisa ditangani karena keterbatasan anggaran.

Ia menjelaskan, mendapat dana alokasi khusus (DAK) rutin setiap tahun tetapi mungkin karena pandemi Covid-19, di tahun anggaran 2021 ini terjadi penurunan. Biasanya di atas angka Rp 10 miliar bahkan tahun kemarin itu sempat tembus di angka Rp 26 miliar, tetapi tahun ini sekitar Rp 12 miliar berupa DAK reguler dan penugasan.

Heru mengatakan, masih sangat mengharapkan bantuan dana dari Kementerian PUPR karena panjang jalan di Kabupaten Bengkulu Utara hampir 600 km, yakni 590,7 km dan yang kondisi mantapnya itu baru sekitar 40-45%. Jadi masih banyak yang harus ditangani tetapi kemampuan keuangan kami sangat terbatas apalagi dengan adanya Covid-19 yang mengakibatkan banyak dilakukan refocusing.

“Selain fisik juga kami punya keinginan agar Kementerian PUPR membantu kami dalam hal peningkatan sumber daya manusia (SDM) berupa diklat atau pelatihan-pelatihan teknis untuk mengikuti perkembangan teknologi, khususnya dalam pembangunan jalan,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan, mengenai peningkatan SDM, memang ada terutama di bidang jasa konstruksi, kerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi di Palembang, itu untuk pelatihan tukang maupun rekanan, tapi yang kami inginkan juga ada untuk pegawai negeri sipil (PNS) terutama untuk teknologi-teknologi yang baru, pelatihan maupun yang regular, yang sering dipakai.

 

“Karena keterbatasan biaya, terkadang kami lebih mengutamakan fisiknya infrastruktur dan diselingi dengan peningkatan, pengawasan kemampuan SDM. Selama ini boleh dikatakan kami kebanyakan otodidak, belajar sendiri, membaca dari literatur-literatur yang ada,” jelasnya.

Kepala Dinas PUPR Bengkulu Utara juga mengatakan, pernah mendengar bahwa Kementerian PUPR sudah uji coba jalan menggunakan bahan aspal plastik dengan material berupa karet.

“Daerah kami ini adalah salah satu penghasil karet yang cukup besar dan mudah-mudahan dengan itu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Dan juga dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur di daerah ini. Kemarin sudah ada kerja sama dengan Kementerian. Kementerian membeli karet rakyat, tahun kemarin itu sudah diberangkatkan beberapa truk dibeli oleh Kementerian,” katanya. (Adv)